Minggu, 25 Januari 2015

Lebih baik dengan Cinta

Assalamualaikum wr.wb

sekian lama blog ini di pendam, di simpan di abaikan bukan karna tak ada yang ingin di share tp lupa katakan sandi n emailnya seketika saja saat ada niat ingin berbagi cerita, blog ini bisa di buka Alhamdulillah :)

Cerita dulu dan kini, berbeda sangat berbeda tp tetap sama judulnya Cinta tepatnya pengalaman cinta masalah yang tak akan perna habis untuk di bahas, saat belum menukan cinta, atau sudah menemukan cinta itu tetap akan menjadi pembicaraan yang tak bosan untuk di perbincangkan, iyaa kan iyaa aja deeh ...

Pembaca yang di Rahmati Allah, terketuk pintu hati ini untuk mengubah prinsip hidup prinsip mengubah cara mencari pasangan hidup. pasangan hidup yang sangat kita idamkan, ialah pasangan hidup yang kita cintai.
orang yang kita cintai bukan bearti orang yang sesuai dengan kriteria kita, terkadang orang yang kita cintai, sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. benarkaan ? benerin aja deehh...

contoh :
saya sangat mengidamkan, laki-laki dengan fisik kayak orang korea hahaha
badan ideal, putih, tinggi bersih, sipit bla...blaa... blaa...
laki-laki yang memiliki perkerjaan yang jelas, tetap dan mempunyai gaji yg lumayanlah..
laki-laki yang ibadahnya kuat, sholeh, setia, perhatian, penyayang anak kecil.
yaah kira-kira begitulah laki-laki yang aku idamkan.
tapi pada kenyataannya lai-laki yang aku cintai tidak sedemikian rupa bentuk fisik dan sikapnya, selalu mejadi pertanyaan, kenapa aku bisa mencintai laki-laki yang sama sekali tidak masuk dalam kriteria pilihan aku. Love is Blinds ? True ?

cinta yang tulus adalah sebuah persaan yang sama sekali tidak perna melihat. cinta yang tulus cinta yang tumbuh, berkembang, berbunga dan berbuah dari hati yang paling dalam. cinta yang tulus adalah cinta yang dihadirkan tanpa rekayasa. Cinta Tulus (menurut versi saya)
pertanyaannya, apakah cinta yang tulus itu mampu membawa kebaikan untuk kita ?
apakah cinta yang tulus itu akan berbalas dengan ketulusan juga ?
apakah cinta yang tulus itu selalu memberukan kebahagian pada diri kita ?

Pada hakekatnya, cinta yang di ridhoi Allah adalah cinta yang membawa kita pada kebaikan, saat kita jatuh cinta, cinta itu akan selalu memberikan kita motivasi untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi, jika sebelumnya kita adalah seseorang yang tidak perna mengenal agama, dengan cinta kita mempunyai hasrat mengenal dan medalami ilmu agama.
Misalkan : orang yang kita cintai adalah orang yang sangat kuat agamanya, dalam arti dia selalu mengutamakan urusan agama ketimbang dunia, hal-hal yang di wajibkan dalam agama selalu ia laksanakan, termasuk sunnah2nya. hal yang demikian yang membuat kekaguman berubah menjadi cinta sehingga mampu menumbuhkan keingintahuan untuk mengenal agama juga.

cinta yang tulus berbalas dengan ketulusan juga
saat kita mencintai seseorang tak mustahil kita menginginkan juga orang tersebut mencintai kita. tapi pada kenyataannya saat kita mencintai seseorang tersebut, kita akan mengubah diri kita menjadi orang lain, sehingga cinta yang tulus terkadang tidak berbalas dengan cinta yang tulus juga.
sebaiknya saat kita mencintai seseorang maka yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri untuk mejadi lebih baik lagi, perubahan itu bukan hanya timbul karna kita mencintai seseorang tsb akan tetapi perubahan itu memang sudah harus dilakukan karna jika kita hanya mengubah diri kita hanya demi seseorang ditakutkan saat kita sudah tidak mencintai orang itu maka perubahan sikap itu kembali buruk lagi.

cinta yang tulus memberikan kebahagiaan pada kita
ketika kita mencintai seseorang dengan tulus, dengan membawa kebaikan untuk diri kita sendiri dan orang yang kita cintai, maka timbal balik cinta itu akan ada sehingga kebagiaan karna ada rasa saling memiliki satu sama lain akan tumbuh, berbunga dan berbuah.. syuuuurrr yok tebar beni cinta dan siram dengan kebaikan...

Cinta, haruskah ada ikatan ?  halal atau haram ?
cinta yang saling memiliki harusnya memang ada ikatan, menikah atau pacaran ?
ikatan yang halal adalah cinta yang terikat dengan tali emas, terikat kuat dengan  lingkaran agama, apa yang dilakukan dalam membina cinta akan menjadi pahala tersendiri dalam menjalaninya sementara ikatan orang pacaran adalah ikatan dari tali angin, terikat tapi tak terlihat. belum tahu arah yang akan di tuju kemana akan berlambu cinta itu padahal selama menjalani cinta itu begitu banyak pengorbanan yang harus dilakukan, dari perbuatan, perasaan, dan waktu jika semuanya telah dilakukan tp tidak ada tujuan bukankah itu semua hanya sia-sia ?
coba pikirkan ternyata masih banyak hal yang lain yang perlu kita korbankan untuk hidup ini, pengorbanan yang tak membawa kita pada kesia-sian, yaitu pengorbanan kita berjihad di jalan Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar